Popular Post

Posted by : Unknown September 21, 2013

 photo tumblr_ltt75075s51qf70r5o1_400.jpg


cast :

Ryry, Joey, Ryan, Ollie

Reader as I

Romance, Smut , goodfriend



Jam segini biasanya aku masih di ranjang dengan piama polkadot hadiah dari ayahku tahun lalu. tapi sekarang ayahku sudah tiada. Pagi ini terasa sulit bagiku. aku harus bekerja menjual tiket-tiket-tiket-tiket bahkan lebih dari seribu tiket. tiket yang kujual adalah tiket konser  boyband yang aku sendiri baru tau. Perkenalkan namaku Aya. Aku baru saja tamat SMA dan menjual tiket ini hanya sebagai tambahan uang jajanku.
Sewaktu SMA aku pernah menjadi queen di acara prom night dan banyak cowok yang menyukaiku. dan aku tidak pernah sempat berfikir kalau hidupku akan berakhir seperti sekarang ini. Apalah aku sekarang? hanya seorang pengangguran yang bernasib baik punya sampingan menjual tiket konser. Mungkin aku akan malu kalau saja teman-temanku melihat pekerjaanku. Apalagi Joey, ya Joey adalah mantan kekasihku yang baru-baru ini aku dengar dia pacaran sama Olivia teman sebangku di kelas.

"Mbak!!! tiketnya dong!! khayalin apasih?" seorang pembeli membentak.

"ha? iya mbak. maaf yaa. berapa tiket?" jawabku

"sepuluh tiket yang VVIP."

"ha? gak salah mbak?" kataku dengan heran.

"kau menghinaku? apa tampangku sepertimu?"

"ya gak gitu sih mbak. oke mbak kalau vvip mbak harus datang ke stand di sana" sambil menunjuk arah tempat pembelian tiket vvip.

"bilang dong dari tadi!!" bentak seorang pembeli lalu pergi .

Inilah yang kualami beberapa hari ini. ada saja yang membuatku kesal. tapi dari sini aku belajar untuk bersabar dan mendewasakan diri. Andai saja aku punya pekerjaan yang lebih baik dari pada ini.

*tiba-tiba ponselku berbunyi*


        "halooo" kataku

        "haloo, Aya?" seorang misterius menelfonku.

  "iya, anda siapa?" jawabku.

        "bisa bertemu di parkiran?" katanya

        "sekarang? tapi ini siapa?" tanyaku.

"jangan banyak tanya. sebaiknya kau kemari" katanya

Semula aku khawatir tapi sangat penasaran. aku mempunyai insting itu adalah Joey. tapi tidak mungkin Joey menghubungiku. sementara dia tidak pernah lagi punya kabar. tapi aku yakin itu Joey. suaranya mirip sekali dengan Joey. Aku berharap seperti itu.

       Aku memberikan tiket yang kupegang kepada Lia teman seperjuanganku lalu segera berlari keluar ruangan. jaraknya cukup jauh , aku berlari-lari kecil ke parkiran. Sesampai di parkiran tak ada seorangpun yang kulihat disana. Hanya ada beberapa mobil dan motor yang terparkir disana. Aku mencoba menghubungi nomor yang menelfonku tadi. dan ya!! aku menemukannya. suara itu tepat dibelakangku. ketangkap kau cowok misterius!

"hai apa kabar?" kata cowok misterius itu sambil tersenyum lebar dengan menampakkan seluruh giginya dan melambaikan tangannya. Aku terdiam lesu dan dia masih tetap dengan keadaan tersenyum lebar.

"oh. kau..." aku menyapanya dengan wajah datar tanpa ekspresi. "baik..." lanjutku setelah itu aku segera melangkahkan kakiku untuk kembali bekerja. oh sialan, aku meninggalkan pekerjaanku hanya untuk hal gak penting ini. shit!!

"heii.... mau kemana kau? bisakah kau mendengarkan penjelasanku?" teriaknya. Aku berhenti dan melihat kebelakang. dia masih tetap berada di posisinya. Aku berdiri terdiam disana selama dua menit. Jarak kami berkisar lima meter jauhnya. "tolonglah dengarkan penjelasanku untuk yang terakhir Ya." lanjutnya kembali.

Aku langsung berlari kearahnya dan memukul bagian dadanya. "bagaimana ha?!! sakitkan??" aku menangis dan terus memukul dadanya. "kau kira pukulan ini cukup untuk mengganti rasa sakitku? ha?!" aku terus menangis, wajahku memerah dan dia tetap terdiam. Dia seperti pasrah akan pukulan yang kuberikan.

"Pukul yak.... pukul sekuat tenagamu." katanya dengan wajah menahan rasa sakit. Aku terus memukulnya dan dia menahan tanganku. "Tapi kau harus dengar penjelasanku Aya. Please..." dia memelukku dan mencoba membuatku berhenti memukulnya. "sudah... Aya sudah... jangan sakiti dirimu" katanya. dan aku berhenti memukulnya lalu menangis di dadanya.

"Kau jahat Ry..." kataku sambil menangis tersedu. Ya dia Ryry . Aku tak tau apakah hubunganku dengan Ryry masih berpacaran atau sudah putus. Ryry menghilang setelah sehari aku menerima cintanya. Seminggu aku mencari tau kemana dia. ternyata dia sudah menjalin hubungan dengan sahabatnya bernama Lucy selama seminggu. Kejadian ini tidak bisa hilang di pikiranku.

"Maafkan aku Yak." kata Ryry. Dia masih memelukku dengan erat. "aku benar-benar salah. Aku mengaku salah. Aku masih mencintaimu yak" lanjutnya.

Sungguh, sudah enam bulan aku dan Ryry tidak ada berhubungan dan aku masih sering memikirnya. Bagaimana tidak, kami menjalani masa pdkt selama dua tahun. Kami selalu bersama-sama seperti layaknya orang berpacaran. Dari hal terkecil sampai besar sudah kami lalui dan dia pergi tanpa kabar disaat aku sudah benar-benar mengharapkannya.

"tapi kenapa ry... kenapaa?" aku membalas pelukannya sebagai rasa kangen yang sudah membumbui perasaanku sejak lama. "kenapa kau bersama Lucy?" lanjutku.

"Lucy sudah meninggal--" Ryry menelan ludahnya seketika "-- ada kanker bersarang di kepalanya. Aku berjanji akan terus ada disampingnya karena dia sahabatku dari kecil." sontak aku terkejut . Aku melepaskan pelukan kami, lalu duduk di dalam mobil Ryry dan mendengarkan semua penjelasan dari Ryry.

Lucy sahabat Ryry dari bayi. Orang tua mereka bersahabat. Sejak kecil mereka sudah dibiasakan bersama hingga dewasa. Ryry menyatakan cintanya kepadaku dan aku menjawabnya dua hari setelahnya. ternyata Lucy mengatakan kepada Ryry kalau perasaannya lebih dari sekedar sahabat. Lucy ingin disisa hidupnya hanya bersama dengan Ryry. Ryry menerimanya dan mereka berpacaran. Seminggu yang lalu Lucy meninggal dan Ryry terus mencari info tentang aku dan akhirnya dia mendapatkannya.

"Maafkan aku Ry." kataku sambil menutup mataku dengan kedua telapak tanganku. Dia meraih tanganku dan kami saling bertatapan.

"Seharusnya aku memberitaumu sejak awal Ya. aku benar-benar salah. apa kau memaafkanku?" Dia berbicara sambil menatap mataku. yah!! mata kami saling bertatapan. Aku tidak dapat menahan kerinduanku padanya. Aku memeluknya kembali. "Apakah ini berarti ya kau memaafkanku?" aku hanya terdiam. ya aku memaafkanmu.

***

keesokan harinya....

"Ayaa.... kamu sudah makan sayang?" ibuku berteriak sambil mengetok pintu kamarku. Aku menyembunyikan lebam di mataku yang tidak kunjung hilang. kalian tau aku masih menangis setelah Ryry mengantarku pulang.

"engga ma... Aya gak lapar." jawabku.

"oyasudah.. makanan kamu mama kasih kucing aja yaaa?"

"aaahhh.... mamaaaaa." aku langsung bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu.

"nih makanan kamu. kalau kamu gak makan nanti kamu sakit. lihat tuh mata kamu lebam. jelek ih" ledekan mama memang benar.

"yaudah aku makan dulu ma." aku menutup pintu kamar dengan kaki dan berjalan ke arah meja dikamarku sambil membawa makanan yang diberikan mama.

-trrrtt-trrrt-trrrtt-

Handphoneku berdering segera aku mengambil dan membaca tempat pesan yang belum terbaca.

From : Ryry
pagi aya...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
From : Ryry
Aya... kau masih tidur?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
From : Ryry
Lagi ngapain aya? ;)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
From : Lia
Kemana saja kau semalam pemalas?
sudah merasa kaya jadi gak jualan tiket lagi ?

Semua pesan itu kuabaikan. Aku lanjut memakan makanan yang diberikan mama.  Karena selain aku lapar , aku juga tidak punya pulsa yang cukup untuk membalas pesan mereka.

Sekarang sudah tepat pukul delapan pagi. Setelah selesai makan aku membereskan tempat tidurku lalu bersiap-siap mandi. Hari ini aku harus bekerja mejual tiket konser di tempat yang berbeda dari semalam. Hari ini juga konser itu diadakan.

Tepat jam sembilan aku sudah siap berdandan dan tinggal pergi. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Dan terlihat nama Ryry disana.

"Halo sunshineeee." kata Ryry

"Halo... ha sunshine? apa'ansih haha." jawabku.

"Kemana kau hari ini? "

"aku bekerja hari ini. mungkin bakalan sampai larut malam"

"jam berapa?"

"jam sebelas harus udah sampai di tempat ry."

"aku antar kamu yaaa?" belum sempat aku menjawab sudah kudengar suara klakson mobil di depan rumahku. ya aku tau itu Ryry.

"dasar kau!! haha" kataku di telpon sambil melihat ke luar rumah.

Hari ini aku bersama Ryry ke tempat konser. lumayan itung-itung irit ongkos bus yang lumayan mahal karena jauh.

Aku dan ryry belum ada kata kembali saat ini. Sebenarnya aku masih menunggunya mengatakan itu kembali. Di mobil kami seperti orang yang baru kenal. tak ada yang berani memulai pembicaraan. Akhirnya aku memulai pembicaraan ini. "Kemana kau akan pergi setelah mengantarku?" kurasa ini pertanyaan yang tidak tepat.

"menunggumu." jawabannya singkat tapi membuatku merasa terbang. apakah menunggu hatiku?

"haha... ngapain juga. lama tau. sampai tengah malam." jawabku

"maksudku aku menunggumu dirumah. hahaha"

"maksudnya?" aku bener-bener gak ngerti.

"sudah abaikan. aku akan menjemputmu nanti malam."

"wahhh kamu baik sekaliiiiii" kataku dengan gaya manja-manja gak jelas.

Akhirnya kami sampai di stadion yang akan jadi tempat konser boyband. Masih jam setengah sebelas tapi sudah banyak sekali penonton yang sudah tidak sabar menonton idolanya itu.

"kau mau langsung pulang?" tanyaku kepada Ryry

"sebentar lagi. sepertinya aku berubah pikiran." jawabnya  tersenyum lalu mengalihkan pandangannya kearah lain sambil meminum minuman kaleng.

"yasudah. aku kesana dulu yaa. mau bantu temen-temen yang lain"

"ok."

"hmm... nanti telfon saja aku"

"ok."

"hmmm...." aku meraih tangannya serasa tidak tega meninggalkannya sendirian. "sudah, ikut saja denganku"

"nahh... gitu dong. hahaha"

****

Konser sudah akan dimulai. Semakin sibuk dengan pekerjaanku mengurus para penonton yang semakin lama-semakin membludak. Sekilas kulihat Ryry yang duduk di pinggir stand sedang melihatku kerepotan dan dia tertawa. Tiba-tiba ada satu penonton yang membawa minuman dan tidak sengaja menumpahkan minuman itu kebajuku. Aku langsung ke toilet untuk membersihkannya.  untung saja aku membawa baju cadangan.

Sebelum sampai ke toilet aku melihat banyak sekali bodyguard yang berjaga-jaga di depan sebuah mobil berwarna hitam. Aku yakin disana pasti para anggota boyband itu di sembunyikan. Tak kuhiraukan , aku kembali melanjutkan perjalan ke toilet dan sialan aku melihat bodyguard lagi sana. Aku pikir mereka pasti sedang antri ingin buang air kecil juga.

Ketika aku akan masuk ke toilet wanita, aku tidak sengaja menabrak seorang wanita berambut pirang dan badannya sedikit kemerahan. Wanita itu langsung memaki dan membentakku.

"hei!!! apa kau tidak punya mata?"

"maaf ya." langsung aku masuk ke kamar mandi, tetapi dihalangi oleh wanita itu.

"kau kira kata maaf cukup" dia semakin keras membentakku

"yaudahlah namanya gak sengaja."  aku berusaha untuk tetap staycool. tiba-tiba bodyguard tadi berpaling datang kearahku dengan seorang laki-laki didepan mereka.

"Calvi stop it!!" kata lelaki yang memakai kemeja berwarna merah dengan rambut blonde dan kawat di giginya. "maaf kan Calvi ya" dia berusaha menarik tangan wanita itu dan membawanya pergi sebelum aku berkata apa-apa.

haa? Calvi. kok namanya kayak nama peliharaan Lia ya.

Aku melupakan kejadian tadi dan langsung mengganti bajuku di toilet. Taklama kemudian aku keluar dan aku terkejut melihat lelaki berkawat gigi tadi ada di depan pintu. "kau tak lihat disini toilet perempuan. toilet laki-laki disebelah sana. awas" kataku sambil mendolak tubuhnya.

"Kau pasti Aya." langsung sekejap aku berbalik arah. "kau pasti aya kan? pacarnya Joey." lanjutnya lagi. Aku masih tercengang mendengar perkataan itu. Joey? ahh sudahlah. dia masa laluku.

"Siapa kau?" tanyaku.

"hai... aku Ryan." dia menjawab dan memberikan tangannya. Matanya seakan berharap aku akan menjabat tangannya lalu berkata hai aku aya. kamu tampan sekali.

"Ryan mana ya? kok aku gak ingat"

"kita memang gak kenal. aku tau kamu juga dari Joey. "

"what?!!! Joey?" sontak aku terkejut. "kapan kau bertemu dengannya?" tanyaku.  Tiba-tiba seseorang memeluk pinggulku dari belakang. Aku langsung melihat kebelakang. omg!! itu Joey. dia tampak berubah. dia semakin tampan dengan jambul di kepalanya. "haaa??? Joey!!! "

"Hai Aya. apa kabar kau ? long time no see " kata Joey.

"Aku baik, bagaimana denganmu ? iya hehe"

"aku juga. boleh aku meminta nomor ponselmu?" OMG!! Joey minta nomor ponselku. tak kusangka ini. Kuharap dia dan Olivia sudah tidak berhubungan lagi. tanpa ragu kuberikan nomorku kepadanya. "nanti aku akan menelfonmu.byee"

Ryan dan Joey pergi meninggalkan tempat. tiba-tiba Lia datang dan teriak-teriak tidak jelas. "aaaaa!!!!! kau kenal dengan mereka Yak????"

"tidak. hanya Joey. kenapa?

"kaau sangat beruntung. Mereka berdua personil boyband yang bakalan konser nanti."

"what!!!!?" aku langsung berjalan cepat menuju stand penjualan tiket.


bersambung~

Leave a Reply

Comment ya! kasih tips&saran untuk blog ini :)

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Copyright © Overloader INA - Designed by Johanes Djogan - Redesigned by Titi Boo